Mencegah Kejahatan Narkoba, Soritua Sihombing Paparkan Anatomi Kejahatan dan Metode P4GN di TMMD 126 Kodim 0201 Medan

INN | MEDAN (SUMUT) – Pencegahan adalah kunci utama, demikian penekanan dari Soritua Sihombing, M.Pd., Koordinator P2M BNNP Sumut, saat menyampaikan materi pada penyuluhan narkoba di TMMD ke-126 Kodim 0201/Medan di Kelurahan Paya Pasir, Jumat (31/10/2025). Soritua memaparkan secara rinci Anatomi Kejahatan Narkoba dan Ragam Metode P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) kepada Satgas TMMD, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Pemahaman anatomi kejahatan narkoba diperlukan agar upaya pencegahan dapat tepat sasaran. Anatomi ini menunjukkan siklus yang melibatkan Supply (Penyuplai/Bandar), Demand (Permintaan dari Masyarakat), dan Penyalahgunaan Narkoba. Siklus ini menghasilkan Korban/Victim (Pecandu) dan Penjahat Kriminal (Pengedar), yang ujungnya berujung pada Hukuman dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Soritua Sihombing menjelaskan bahwa pencegahan berfokus pada memutus mata rantai Demand dan Supply. Metode P4GN mencakup empat pilar: Pencegahan Penyalahgunaan (seperti tes urine mandiri dan soft skill parenting), Pencegahan Peredaran (melibatkan pembinaan lingkungan dan relawan anti-narkoba), Pemberantasan Peredaran (seperti pelaporan tindak pidana), dan Penyalahgunaan (deteksi dini dan rehabilitasi).

Jika rantai ini tidak diputus, dampaknya sangat luas, termasuk merusak lingkungan individu mulai dari pengusaha di bidang farmasi, masyarakat pedesaan, hingga atlet dan remaja. Kerusakan terbesar terjadi pada sistem kognitif, di mana narkoba terbukti merusak 8 komponen otak, termasuk daya analisis dan logika berpikir, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang mengarah pada kejahatan.

Peran Satgas TMMD dan masyarakat adalah menciptakan Lingkungan Bersinar, yang diwujudkan melalui pembentukan satgas P4GN di tingkat RT/RW dan penyediaan media sosialisasi. Penting juga untuk memahami Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009, yang mewajibkan pecandu dan korban penyalahgunaan untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial, baik melalui jalur Voluntary maupun Compulsory.

Dansatgas TMMD 126, Kolonel Inf Muhammad Radhi Rusin, mengapresiasi pemaparan BNNP Sumut yang komprehensif. “Anatomi ini menunjukkan narkoba adalah kejahatan terstruktur. Kita harus melawan dengan strategi yang terstruktur pula. P4GN adalah senjata kita. Mari bersama BNN, kita dukung Indonesia Bersinar dan wujudkan ‘War on Drugs for Humanity!’,” tutupnya.(*)