
INN | PADANGSIDIMPUAN (SUMUT) – Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana seluruh elemen bangsa mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan, menciptakan rasa aman, serta membangun kehidupan masyarakat yang tertib, damai dan bermartabat.
Menurut AKBP Noval, dalam konteks kepolisian, kemerdekaan memiliki hubungan yang sangat erat dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila masyarakat masih hidup dalam ketakutan, merasa tidak aman, terpecah akibat perbedaan, maupun kehilangan kepercayaan satu sama lain.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparatur di bidang keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar AKBP Noval, Sabtu (16/8/2026).
Ia mengatakan, tantangan terhadap persatuan bangsa di era globalisasi semakin kompleks. Ancaman terhadap keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, tetapi juga melalui penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi hingga berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, kata Kapolres, partisipasi masyarakat menjadi sangat penting. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai objek yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai mitra utama kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
“Kita harus kembali memperkuat nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian, kejujuran, rasa hormat terhadap perbedaan, serta semangat persatuan dan kesatuan,” tuturnya.
AKBP Noval juga menekankan pentingnya menanamkan budaya kebangsaan kepada generasi muda. Menurutnya, generasi penerus bangsa harus memiliki kemampuan menghadapi derasnya arus informasi dan budaya global tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Kemerdekaan, lanjutnya, harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan dan kemampuan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama.
“Pada akhirnya, menjaga kemerdekaan bukan hanya tentang menjaga batas-batas wilayah negara, tetapi juga menjaga hati dan pikiran masyarakat agar tetap bersatu,” katanya.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Padangsidimpuan menjadi daerah yang aman, tertib, toleran dan penuh semangat kebersamaan.
“Aparatur negara hadir untuk menjaga keamanan, tetapi keamanan akan menjadi kuat apabila masyarakat berpartisipasi aktif untuk ikut serta menjaganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Semangat perjuangan tersebut harus diteruskan melalui tindakan nyata dengan menciptakan lingkungan yang aman, masyarakat yang bersatu, generasi yang berkarakter serta masa depan Indonesia yang semakin maju.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya. (Red/Alhar)