
INN | TAPANULI SELATAN (SUMUT) – Pembangunan jembatan gantung di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus dikebut. Hingga Senin (12/10/2026), progres pembangunan jembatan yang berada di wilayah Kodim 0212/Tapanuli Selatan itu telah mencapai 27,5 persen.
Pengerjaan jembatan tersebut melibatkan personel jajaran Kodim 0212/TS bersama masyarakat setempat. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan jembatan nantinya dapat menunjang kebutuhan warga.
Dalam kegiatan terbaru, personel Kodim 0212/TS bersama masyarakat melakukan pembongkaran lantai jembatan gantung atau rambin. Selain itu, pengangkutan material ke lokasi pembangunan juga terus dilakukan agar pekerjaan bisa berlanjut sesuai tahapan.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga Desa Sipenggeng dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Akses yang lebih baik juga diharapkan memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas umum serta wilayah di sekitarnya.
Di tengah proses pengerjaan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Semangat warga pun terus didorong agar pembangunan dapat berjalan optimal.
Pembangunan jembatan gantung tersebut dilanjutkan secara bertahap dan diharapkan terus berjalan hingga jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman serta mendukung kebutuhan akses warga.
Kapendam I/BB Kol Inf Sandy S.I.P., M.Han. mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini gencar membangun jembatan gantung untuk membuka isolasi wilayah dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan pedesaan.
Jembatan tersebut juga berfungsi sebagai penghubung antardesa yang terpisah oleh sungai besar atau jurang, sehingga masyarakat tidak perlu memutar jalan hingga puluhan kilometer. Keberadaan jembatan gantung juga dapat mempermudah anak-anak pergi ke sekolah dan mempercepat warga menjangkau fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit.
Selain itu, petani dapat mengangkut hasil bumi dan komoditas perkebunan dengan lebih cepat serta biaya logistik yang jauh lebih murah. Jembatan gantung ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan ambulans roda tiga guna memastikan mobilisasi warga tetap berjalan aman dan lancar.
(Sumber: Pendam I/BB)