
INN | MEDAN (SUMUT) – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan terus diwujudkan melalui pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaan. Hal tersebut dilakukan Babinsa Desa Jati Kesuma, Koramil 0201-14/PB, Serma Aris, yang mendampingi usaha budidaya ikan lele milik Bapak Kepos di Dusun II, Gang Cenil, Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung perkembangan usaha budidaya perikanan yang dijalankan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Serma Aris turut mempelajari proses pemeliharaan ikan lele, mulai dari perawatan kolam, pemberian pakan, hingga persiapan menuju masa panen.
Bapak Kepos menjelaskan bahwa ikan lele konsumsi umumnya dapat dipanen setelah dipelihara sekitar 2,5 hingga 4 bulan, tergantung ukuran benih, perawatan, pemberian pakan, serta kondisi lingkungan budidaya.
“Budidaya ikan lele cukup menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Masa pemeliharaannya relatif singkat sehingga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat,” ujar Bapak Kepos.
Sementara itu, Serma Aris mengatakan bahwa pendampingan kepada warga merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif sesuai potensi yang dimiliki.
“Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha produktif yang dapat dikembangkan masyarakat. Kami memberikan dukungan dan motivasi agar warga terus mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya,” kata Serma Aris.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan dan sumber daya yang tersedia guna mendukung perekonomian keluarga.
Pendampingan budidaya ikan lele tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap kegiatan produktif masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat mempererat hubungan TNI dengan rakyat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan potensi lokal, ketahanan pangan di tingkat desa diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.