
INN | PADANGSIDIMPUAN (SUMUT) – Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan, menciptakan rasa aman, serta membangun kehidupan yang tertib, damai dan bermartabat.
Menurut AKBP Noval, dalam konteks kepolisian, kemerdekaan memiliki hubungan erat dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila masyarakat masih diliputi rasa takut, tidak merasa aman, terpecah akibat perbedaan, maupun kehilangan kepercayaan satu sama lain.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparatur di bidang keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, tantangan terhadap persatuan bangsa di era globalisasi semakin kompleks. Ancaman terhadap keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, tetapi juga melalui narkoba, kejahatan siber, penipuan digital, hoaks, ujaran kebencian, intoleransi serta berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, kata AKBP Noval, partisipasi masyarakat sangat penting. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai objek yang harus dilindungi, tetapi juga menjadi mitra utama kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
“Kita harus kembali memperkuat nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian, kejujuran, rasa hormat terhadap perbedaan, serta semangat persatuan dan kesatuan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan budaya kebangsaan kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus informasi dan budaya global.
Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan dan kemampuan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama.
“Menjaga kemerdekaan bukan hanya tentang menjaga batas-batas wilayah negara, tetapi juga menjaga hati dan pikiran masyarakat agar tetap bersatu,” ungkapnya.
AKBP Noval mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun Kota Padangsidimpuan menjadi daerah yang aman, tertib, toleran dan penuh semangat kebersamaan.
“Aparatur negara hadir untuk menjaga keamanan, tetapi keamanan akan menjadi kuat apabila masyarakat berpartisipasi aktif untuk ikut serta menjaganya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Semangat perjuangan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Cara kita mengisi kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan melalui acara yang sifatnya seremonial saja, tetapi meneruskan perjuangan itu dengan menciptakan lingkungan yang aman, masyarakat yang bersatu, generasi yang berkarakter, dan masa depan Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.
Kapolres Padangsidimpuan pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat persatuan dan kepedulian dalam membangun daerah.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkasnya.
(Red-Alhar)