
INN | DELI SERDANG (SUMUT) – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Salah satunya melalui pengembangan budidaya perikanan yang melibatkan warga binaan.
Dalam rangka mendukung program tersebut, Serka Helmuther Sahala mewakili Danramil 0201-14/Pancur Batu menghadiri kegiatan peresmian kolam budidaya perikanan Mitra Kanan di Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Desa Tengah, Kecamatan Pancur Batu, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus didorong pemerintah. Selain memenuhi kebutuhan pangan, budidaya ikan juga diharapkan dapat menjadi keterampilan bagi warga binaan yang nantinya dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kakanwil, Bapak Jalu, menyampaikan bahwa budidaya ikan memiliki peluang yang cukup baik untuk dikembangkan di lingkungan Lapas Pancur Batu. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan sekaligus membuka peluang usaha dan menambah penghasilan setelah mereka bebas.
“Budidaya ikan ini peluang yang sangat bagus di Lapas Pancur Batu. Warga binaan nantinya setelah bebas bisa menerapkannya di masyarakat. Apabila dikelola dengan benar, bisa menjadi tambahan penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan protein warga binaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk bersama-sama mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya dapat dilakukan melalui budidaya ikan, tetapi juga dengan mengembangkan berbagai komoditas lainnya seperti jagung, cabai dan tanaman pangan lainnya.
Sementara itu, Serka Helmuther Sahala menegaskan bahwa Koramil 0201-14/Pancur Batu mendukung penuh program ketahanan pangan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Pancur Batu.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga turut berperan dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Koramil 0201-14/PB mendukung penuh kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Pancur Batu. TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga ikut serta membangun kesejahteraan dan ketahanan pangan di Indonesia,” tegasnya.
Budidaya ikan lele yang dikembangkan di lingkungan Lapas Pancur Batu diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan protein bagi warga binaan. Apabila produksinya berkembang, hasil budidaya juga diharapkan dapat dipasarkan ke masyarakat sekitar sehingga memberikan nilai ekonomi.
Selain itu, program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan usaha serupa di lingkungan tempat tinggalnya serta memiliki peluang menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian keluarga.
(R-14/PB)