TNI, Doa, dan Cara Baru Negara Hadir di Desa Lokasi TMMD 128 Langkat

INN | LANGKAT (SUMUT) – Di Desa Pasar Rawa dan Dusun Kelantan Luar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kehadiran negara tidak hanya terlihat dari pembangunan jalan dan jembatan.

Di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, muncul ruang lain yang mempertemukan prajurit dan warga: rumah-rumah sederhana, doa bersama, dan interaksi tanpa sekat.

Personel Yon TP 907/Dewa Shahdan yang tergabung dalam Satgas TMMD rutin menggelar yasinan dan doa bersama di rumah warga, di antaranya di kediaman Sunarmin dan Zakaria. Dalam suasana sederhana, prajurit dan masyarakat duduk berdampingan melantunkan ayat suci, yang kerap dilanjutkan dengan perbincangan hangat.

Tidak ada panggung dan tidak ada jarak formal, yang tercipta adalah kedekatan yang tumbuh di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung di luar rumah.

Komandan SSK TMMD ke-128, Letda Inf M. Rezky, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus memohon kelancaran program di lapangan.“Selain bekerja, kami juga ingin membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya, Senin (04/05/2026).

Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, momen seperti ini menunjukkan dimensi lain dari program TMMD. Pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari hubungan sosial yang terbangun secara perlahan di tingkat desa.

Program TMMD ke-128 di Desa Pasar Rawa sendiri mencakup pembangunan jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas dasar lainnya. Namun, di sela pekerjaan fisik yang terukur, hadir pula ruang-ruang kecil yang tak tercatat dalam laporan teknis: pertemuan di rumah warga, lantunan doa, dan interaksi yang lebih personal.

Bagi masyarakat, kehadiran TNI dalam ruang-ruang tersebut menghadirkan kedekatan yang berbeda dan tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari desa.

Di Pasar Rawa, negara hadir dalam dua wajah sekaligus melalui pembangunan fisik di lapangan dan melalui kebersamaan di ruang tamu warga. Di antara keduanya, pembangunan menemukan maknanya yang paling sederhana pertemuan.

(Sumber : Pendim 0203/Langkat)