
INN | LANGKAT (SUMUT) – Di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, anggota Satgas Yon TP 907/Dewa Shahdan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Di sela waktu istirahat (isoma), mereka turut membantu aktivitas warga, salah satunya mengolah sapu lidi milik Rida Wahyuni Rao (56) di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Senin (04/05/2026).
Di area perkebunan yang tidak jauh dari lokasi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), para prajurit terlihat membantu mengumpulkan dan membersihkan pelepah kelapa sawit untuk diambil lidinya.
Kegiatan sederhana tersebut dilakukan bersama Ibu Rida, yang sehari-hari menekuni usaha sapu lidi sebagai sumber penghasilan keluarga.
Komandan SSK TMMD, Letda Inf M. Rezky, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial prajurit di lapangan.
“Kami berupaya memanfaatkan waktu yang ada untuk membantu warga. Hal-hal sederhana seperti ini menjadi bagian dari kedekatan TNI dengan masyarakat,” ujarnya.
Kebersamaan itu menciptakan suasana hangat dan akrab di tengah aktivitas kerja. Bagi Ibu Rida, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menambah semangat.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Pekerjaan jadi lebih cepat selesai, dan kami juga merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Usaha Rumahan dari Limbah KebunIbu Rida telah menekuni usaha sapu lidi sejak tahun 2010. Berawal dari kebutuhan rumah tangga, usahanya berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar.
Bahan baku sapu lidi diperoleh dari pelepah kelapa sawit atau kelapa kering yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Proses pembuatannya meliputi pemisahan lidi dari pelepah, pembersihan, penjemuran hingga kering, kemudian diikat menjadi sapu siap pakai.
“Setelah dibersihkan, lidi dijemur sampai benar-benar kering agar tidak mudah patah. Setelah itu disusun, diikat, dan diberi gagang,” jelasnya.
Dalam sehari, produksi bisa mencapai beberapa sapu, tergantung ketersediaan bahan dan waktu pengerjaan. Hasil produksinya dipasarkan ke pasar tradisional dan warung-warung sekitar.
Usaha ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga dan banyak dijalankan oleh ibu rumah tangga di sela waktu luang karena tidak membutuhkan modal besar serta dapat dikerjakan dari rumah.
Melalui interaksi sederhana seperti ini, program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan sosial serta mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa.
(Sumber : Pendim 0203/Langkat)

