
INN | ACEH – Posko Penanganan Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) menggelar rapat evaluasi untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta memastikan kelancaran akses ke daerah terdampak, Kamis (4/12/2025). Sejumlah keputusan strategis ditetapkan dalam rapat tersebut, menyangkut logistik, akses transportasi, hingga dukungan komunikasi darurat.
Dalam laporan, disampaikan bahwa sebanyak 18 ton beras akan diberangkatkan ke Kabupaten Aceh Tamiang melalui Pelabuhan Lampulo pada 5 Desember 2025 menggunakan kapal laut. Selain itu, 15 ton beras bantuan dari BNPB juga dijadwalkan berangkat menuju Kabupaten Bireuen melalui Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 11.00 WIB.
Pihak Lanud SIM menegaskan bahwa proses pemuatan barang ke pesawat (loading) akan dilakukan pada malam hari agar pesawat dapat berangkat pagi harinya tanpa hambatan. Dalam rapat juga diputuskan bahwa penumpang tidak diperbolehkan ikut dalam penerbangan pengangkut barang, baik pesawat maupun helikopter, kecuali dalam kondisi sangat mendesak seperti untuk tim medis.
Untuk memastikan kondisi jalur darat yang terputus, anggota Kodim dan Koramil akan dikerahkan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Sementara itu, progres pembangunan jembatan Bailey di Teupin Mane pada jalur Takengon–Bireuen telah mencapai 50 persen dan diperkirakan dapat digunakan dalam dua hari ke depan.
Guna mengatasi kendala komunikasi di wilayah Aceh Tamiang, ORARI dan RAPI akan memasang alat komunikasi repeater sebagai solusi komunikasi darurat. Di sisi lain, Dinas Kesehatan diingatkan agar lebih proaktif mengingat mulai meningkatnya jumlah warga yang sakit di beberapa titik pengungsian.
Barang-barang bantuan dari masyarakat, instansi pemerintah, dan swasta diarahkan ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk diangkut menggunakan Kapal Antares yang memiliki kapasitas angkut 10 ton. Adapun bantuan Banpres yang masih tersisa di posko Lanud SIM diminta segera disalurkan.
Seluruh barang bantuan yang masuk melalui pemerintah daerah dan telah didistribusikan wajib tercatat di Posko Induk Lanud SIM sebagai bentuk pertanggungjawaban. Dinas Perhubungan juga meminta posko melaporkan seluruh barang yang akan diberangkatkan melalui jalur laut untuk penyusunan jadwal keberangkatan kapal.
Besok, direncanakan lima unit alat berat akan diturunkan untuk perbaikan jalur KKA (Kuala Batee–Krueng Geukueh–Arun). Sementara itu, Basarnas pada hari ini telah mengevakuasi dua jenazah dari wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang.
Dinas Sosial menyampaikan bahwa pada esok hari mereka akan menambah 30 tenaga bongkar muat di Posko Lanud SIM. Dinsos juga diminta menyiapkan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur umum petugas posko.
Rapat ditutup dengan penegasan pentingnya koordinasi antarinstansi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan tepat sasaran.(Yz/*)