
INN | MANDAILING NATAL (SUMUT) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU Simagambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memicu situasi tidak kondusif di tengah masyarakat. Antrean panjang dan aksi saling serobot antar-pengendara sempat menimbulkan keributan, Senin (1/12/2025).

Ketegangan berhasil diredam setelah aparat keamanan dari TNI dan Polri turun langsung untuk menenangkan warga.
Seorang warga bermarga Batubara mengatakan kepada media ini bahwa kondisi seperti ini bukan kali pertama terjadi.
“Sudah sering begini. Antrean tidak tertib, banyak yang menyerobot, akhirnya ribut,” ujarnya.
Dari pantauan lapangan, sejumlah pengendara roda dua dan roda empat tidak mengikuti aturan antre, sehingga memperparah situasi.
Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat berkoordinasi untuk mencari solusi agar kelangkaan BBM tidak terus berlarut.
Kelangkaan ini terjadi di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, yang saat ini dilanda darurat bencana. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan BBM.
Seorang sopir mobil, bermarga Pulungan, mengaku telah mengantre sejak pukul 15.30 WIB hingga 18.41 WIB, namun belum juga mendapatkan giliran pengisian. Menurutnya, ada sekitar 60 kendaraan yang juga menunggu.
Warga lain bermarga Lubis menambahkan, apabila situasi kelangkaan ini terus berlanjut selama satu minggu ke depan, potensi bentrok fisik antar-warga sangat mungkin terjadi akibat rendahnya kesabaran konsumen saat mengantre.
Warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM ini.
(Red/Alhar)
