
INN | PALUTA (SUMUT) – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang ke-18, Pemerintah Kabupaten menggelar Festival Budaya Daerah yang berlangsung meriah selama 4 hari, mulai tanggal 18 sampai 21 November 2025 kemarin berlangsung di Gedung Serbaguna Lembaga Adat, Hutalombang.
Festival ini bukan sekadar perayaan semata, namun menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Festival yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Paluta, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Eva Sartika Siregar, SH, M.Kn, menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti pagelaran seni tari dan musik tradisional, lomba-lomba kesenian dan keagamaan, pameran kerajinan tangan khas daerah, kuliner tradisional, serta seminar budaya yang melibatkan pelaku seni, pelajar, mahasiswa, pondok pesantren, seniman, budayawan, dan masyarakat luas.
Menurut Eva Sartika Siregar, Festival Budaya ini merupakan sarana penting untuk menampilkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat Paluta.
“Festival ini juga sebagai wadah edukasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan menjaga warisan budaya leluhur kita,” katanya, seperti diterima, Jumat (28/11/2025).
Lebih jauh, ia menegaskan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjadi tontonan, namun juga wahana edukasi dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.
Sementara itu. Bupati Paluta Reski Basyah Harahap menyampaikan, apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival ini. Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya daerah bukan hanya memperkuat jati diri masyarakat Paluta, tetapi juga menjadi daya tarik utama yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Festival ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pengembangan ekonomi komunitas melalui sektor pariwisata. Kami berharap kegiatan ini mampu menyentuh hati masyarakat dan menginspirasi kita semua untuk terus menjaga dan memajukan budaya lokal,” ucap Bupati.
Dalam pelaksanaannya, festival mengusung tema “PALUTA MARADAT FEST – Padang Lawas Utara Beriman, Cerdas, Maju, Beradat, Festival Budaya sebagai Jembatan Kemajuan Generasi Muda.” Tema tersebut secara jelas menggambarkan tujuan festival, yakni memperkuat nilai-nilai keagamaan (Iman), meningkatkan pemahaman budaya dan kreativitas generasi muda (Cerdas), memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah (Maju), serta melestarikan tradisi dan identitas budaya (Adat).
Berbagai lomba kesenian dan kegiatan budaya berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan, pelajar, hingga kalangan pesantren dan kelompok seni tradisional.
Pada pembukaan yang dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Paluta, H. Basri Harahap, disampaikan juga doa oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar, Mansur Asharin Siregar, S.Pd, serta laporan lengkap oleh Ketua Panitia Festival, Eva Sartika Siregar.
Festival ini didanai sepenuhnya oleh APBD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Paluta Tahun Anggaran 2025, yang juga menunjukkan dukungan dan komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata lokal.
Selain pertunjukan seni yang menonjolkan kekayaan tradisi, festival juga menghadirkan pelatihan kerajinan tangan dan pameran produk ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan seniman lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis budaya.
Panitia Festival menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik dari pemerintah, unsur masyarakat, pelaku usaha, pelajar, dan elemen adat.
Melalui kolaborasi yang harmonis tersebut, Festival Budaya Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan kesinambungan pelestarian budaya yang inovatif serta beri nilai tambah ekonomi.(Fhm/*)
