
INN | LAUT JAWA – Operator ESM mendapatkan sadapan baringan Gelombang Elektro Magnetic yang teridentifikasi sebagai radar permukaan Kapal Selam serta sepadan dengan spot echo yang terdisplay di radar yang selanjutnya ditetapkan sebagai Datum.


Dengan sigap dan cepat KRI SHN-366 bergerak mendekat dengan ke posisi Datum untuk melaksanakan investigasi dan prosekusi, pada saat mendekat ke daerah bahaya torpedo, Operator sonar KRI SHN-366 berhasil mengidentifikasi kontak bawah air mencurigakan, bergerak dengan manuver zig-zag KRI SHN-366 melaksanakan investigasi lanjutan dan dapat memastikan bahwa kontak tersebut adalah Kapal Selam musuh yang beroperasi di Laut Jawa.
KRI SHN-366 mengklasifikasikan sebagai Possub High 4 dan melaksanakan warning procedure serta segera menyerang apabila Kapal selam tidak comply dengan warning yang diberikan, setelah keberadaannya diketahui oleh KRI SHN-366, kapal selam melaksanakan surfacing untuk menunjukan identitasnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian skenario latihan antara KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Alugoro-405 dalam rangka uji fungsi Sonar dan UWT di Perairan Laut Jawa.
“Latihan kali ini bertujuan untuk melatih serta meningkatkan kemampuan operator sistem deteksi bawah air dan UWT serta perwira peperangan bawah air yang menjadi modal utama dalam Peperangan anti Kapal Selam,” ujar Pgs Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.(rilLKPS)