
INN | TANJUNG BALAI – Ikan asin merupakan makanan khas indonesia dan merupakan bahan makanan yang terbuat dari daging ikan dimana daging tersebut di proses dan diawetkan dengan menambahkan banyak garam.hal itu membuat Babinsa Serda Fauzi Nasution ingin tahu cara membuat pengasinan ikan di Kuala Kapias Kecamatan Teluk Nibung, Sabtu (07/12/2019).
Serda Fauzi Nasution mengatakan Dengan metode pengawetan penggaraman ini maka daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat.
Selain itu manfaat dari pengeringan tersebut selain membuat daging ikan yang diasinkan akan bertahan lebih lama juga daging ikan bisa terhindar dari kerusakan fisik akibat infestasi serangga, ulat lalat dan beberapa jasad renik perusak lainnya.
walaupun dalam pembuatan terbilang gampang dan mudah namun dalam pembuatan ikan asin dibutuhkan waktu ัะฐng cukup lama dan sinar matahari ัะฐng cukup terik untuk menjemurnya.
Beraneka jenis ikan ัะฐng bัะฐัะฐ diasinkan, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Dan setiap Jenis Ikan asin baik berasal dari ikan tawar maupun ikan laut mempunyai rasa yang khas berbeda. Secara Umum Kriteria dari yang layak konsumsi adalah Ikan asin tัdะฐk bau dan tidak menggunakan zat pengawet atau formalin.
Dan untuk itu maka di gunakan lah Konsentrasi garam ัะฐng tinggi yang bertujuan agar menyusutnya cairan sel serta ะฐkะฐn menghentikan proses autolisis dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging ikan. Sะตtะตlะฐh itu, ikan-ikan ัnั dijemur, direbus atau difermentasi untuk meningkatkan keawetannya.(red/penrem 022/PT)

