Kodim 0207/Simalungun Laksanakan Bin Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme

INN | SIMALUNGUN – Komando Distrik Militer 0207/Simalungun menggelar Pembinaan Komsos (Komunikasi Sosial) Cegah Radikalisme dan Separatisme yang dilaksanakan di Aula FKPPI Pematangsiantar, Kamis (08/08/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pabung Kodim 0207/Sml Kapten Inf Nendi Simanjuntak, Perwakilan Kesbangpol Pematangsiantar Bpk Yusri, Damanik, SH. Msi. Perwakilan Distan Pematang siantar Bpk Golfried Sinaga, SP. Danramil 02/ST Kapten Inf Dariantoni Sembiring. Danramil 03/SS Kapten Inf J. Sidabutar, SH. Danramil 04/SB Kapten Inf Warto Bimo. Pasiterdim 0207/Sml Kapten Inf Suheri dan anggota Siterdim. Perwakilan dari Kecamatan dan Kelurahan wilayah Pematang siantar. Perwakilan Bhabinkamtibmas dan Babinsa wilayah Pematang siantar. Perwakilan Toga, Tomas, Todat dan Toda wilayah Pematangsiantar. Perwakilan PPL wilayah Pematangsiantar. Perwakilan siswa-i SMA/SMK wilayah Pematangsiantar. Perwakilan FKPPI Pematangsiantar.

Dalam amanatnya Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M, yang dibacakan oleh Pasiter Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Suheri mengatakan bahwa, Kita sudah melaksanakan prosesi pemilihan Presiden dan wakil Presiden, yang telah terlaksana dengan aman, tak terlepas peran serta dari tokoh agama, adat dan masyarakat. Kita juga sudah melaksanakan pemilihan Kepala desa dan berjalan dengan aman tertib. “Benih – benih tentang radikalisme saat ini masih ada, yang ormas menurut Undang undang sudah tidak diperbolehkan yang pertentangan dengan Pancasila. Bagaimana cara mencegah dan menangkalnya mari kita bersatu dari tingkat RT, galangkan kembali Siskampling sehingga munculnya radikalisme tidak terjadi”. Imbuh Dandim dalam amanat tertulisnya.

Yang perlu kita antisipasi adalah generasi generasi muda, dengan contoh adanya sekolahan yang anak didiknya tidak mau menghormat kepada bendera, menyanyikan lagu Indonesia raya dikarenakan doktrin doktrin yang salah. Doktrin itupun bisa secara individu baik melalui Sosmed maupun perorangan. Oleh karena itu, kita bersama sama mengawasi dan memberikan arahan kepada anak anak kita, dari sisi radikalisme berkembang akan terjadinya separatisme dan membentuk organisasi tersendiri salah satu contohnya di Papua ada kelompok yang berkeinginan memisahkan dari Indonesia.

Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M, juga mengajak kepada masyarakat mari kita cermati dan amati kemungkinan yang akan terjadi tindakan radikalisme mari kita tangkal dan cegah bersama dengan Pancasila dan UUD 1945, kita juga dukung pembangunan Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun untuk lebih maju.(red/penrem 022/PT)