

INN | SIMALUNGUN – Jika kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk, mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama, budaya gotong royong adalah identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti halnya yang dilakukan Personel Koramil 07/Pasar Baru Serma Sucipto dan Serda Sutikno jajaran Kodim 0207/Simalungun ikut serta melaksanakan gotong royong bersama dengan warga Desa binaannya dengan membersihkan parit dan badan jalan yang terletak di Nagori Tempel Jaya, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (05/07/2019).
Dalam hal ini Serma Sucipto mengungkapkan Istilah gotong royong berasal dari Bahasa Jawa, Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama, sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama, gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya, partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan YME.
Kegiatan gotong royong tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki sekaligus merawat jalan sebagai sarana vital dan fasilitas umum dalam mendukung perekonomian warga, kalau kita tidak merawatnya kapan lagi dan siapa lagi kalau bukan kita yang aktif merawat jalan ini,” kata Serda Sutikno.(red/penrem 022/PT)
