​Ketegasan Ketua Satgas Nasional HMTN-MP di Kampar: Lahan Warga Diduga Diserobot RAPP, Budi Ilham Minta Pemerintah Hadir dan Hak Rakyat Jangan Diganggu!

​

INN | KAMPAR (RIAU) – Himpunan Masyarakat Tani Nusantara – Merah Putih (HMTN – MP) turun langsung ke Kabupaten Kampar, Riau, guna melakukan verifikasi data lahan milik masyarakat di dua desa yang diduga diserobot secara paksa oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Selasa (29/9/2026).

Langkah tegas ini menjadi secercah harapan baru bagi ribuan Kepala Keluarga (KK) yang selama ini merasa terintimidasi dan kehilangan hak atas tanah mereka.

Budi Ilham: “Jangan Ganggu Hak Rakyat, Pemerintah Harus Hadir!”

Ketua Satgas Nasional HMTN – MP, Bapak Budi Ilham, menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat tani yang dirugikan. Ia menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil alih tanah warga secara tidak sah, sekaligus mendesak keterlibatan aktif pemerintah.
​
“Jangan pernah mengganggu hak-hak rakyat kecil! Tanah ini adalah sumber kehidupan mereka yang sah secara hukum dan sosial. Kami dari Satgas HMTN – MP menegaskan tidak akan tinggal diam melihat dugaan kesewenang-wenangan ini,” tegas Budi Ilham di hadapan warga dan perangkat desa di lokasi sengketa.

Budi Ilham juga menyoroti pentingnya peran negara dalam mengatasi konflik agrarian yang berkepanjangan ini.
​
“Pemerintah tidak boleh lepas tangan atau sekadar menjadi penonton. Pemerintah harus hadir secara aktif di dalam segala kesulitan masyarakat! Negara wajib memberikan perlindungan hukum serta kepastian atas hak-hak tanah rakyat dari ancaman penyerobotan oleh kekuatan modal,” tambahnya dengan lugas.

Ribuan KK Terdampak di Dua Desa
Berdasarkan pendataan awal dan verifikasi di lapangan, sengketa lahan ini berdampak langsung pada ribuan warga:

  • ​Desa Makmur Sejahtera: Terdata sebanyak 548 KK yang memperjuangkan hak lahannya.
  • ​Desa Suka Makmur: Terdapat sebanyak 705 KK yang lahannya turut masuk dalam area sengketa.
  • Perangkat Desa Makmur Sejahtera menyampaikan bahwa kawasan Areal Peruntukan Lain (APL) yang menjadi sumber konflik ini selama ini memicu keresahan warga. Pihak pemerintah desa berharap kehadiran Satgas HMTN – MP dari pusat bersama instansi terkait dapat membawa solusi tuntas.

Tangisan dan Harapan Warga Kampar

Perwakilan warga Desa Makmur Sejahtera, Bapak Sukiman (57), tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat tim Satgas hadir di lapangan. Ia menceritakan bagaimana warga berulang kali gagal memanen tanaman sawit mereka akibat gangguan intervensi di lapangan.

“Harapan kami, sawit yang sudah berulang kali kami tanam bisa dipanen dengan tenang. Kami ingin tanaman eukaliptus ini dicabut agar kami bisa berkebun dengan aman tanpa teror dan perebutan dari pihak yang tidak jelas. Terima kasih kepada tim Satgas yang telah membangkitkan kembali semangat kami yang sempat putus asa,” ungkap Sukiman.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Sahilan Jaya Hendrizal mengatakan, sebelumnya lahan tersebut ditanami pohon kelapa sawit oleh kelompok tani. Namun, tanpa ada surat apapun dari pihak RAPP menanami pohon Eukaliptus. Terlihat dilapangan, ada pohon kelapa sawit dan ada juga pohon Eukaliptus.

Untuk itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada Satgas HMTN-MP dan DPP HMTN-MP yang langsung turun kelapangan. Kami juga berharap agar pemerintah segera mencabuti tanaman yang ditanam oleh RAPP, sebut Hendrizal yang didampingi Toto.

Dengan berlangsungnya verifikasi data ini, HMTN – MP berkomitmen untuk mengawal proses hukum dan mediasi hingga hak-hak tanah warga Kampar dikembalikan sepenuhnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.  (*)