
INN | DELI SERDANG (SUMUT) – Kepekaan personel Pengamanan Objek Vital Nasional (Pam Obvitnas) Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) berhasil menggagalkan dugaan aksi illegal tapping bahan bakar minyak (BBM) jenis Avtur di jalur pipa PT Pertamina Patra Niaga AFT Kualanamu, Dusun I, Desa Pantai Labu Pekan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (5/9/2026).
Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan berupa penggalian tanah dan pemasangan selang di sekitar jalur pipa Pertamina.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Sertu Gian Pratama Putra dan Serda Panser Hutabarat segera melakukan pengecekan ke lokasi. Di tempat tersebut, keduanya menemukan selang plastik berukuran 1 inci yang tertanam di dalam tanah. Ujung selang tampak tergulung dan disembunyikan di balik semak-semak pinggir sungai.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Koordinator Area Pam Obvitnas Kodaeral I, Lettu Mar Olpen Situmorang. Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga untuk memastikan penanganan di lokasi.
Pada Sabtu (5/9/2026), tim gabungan Kodaeral I dan PT Pertamina Patra Niaga bergerak menuju lokasi. Lettu Mar Olpen Situmorang bersama Officer 1 Geo Security PT Pertamina MOR I Sumbagut, M. Sukriyanto, serta tiga personel Pam tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan Manager Area AFT Kualanamu, I Made Derta.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran perangkat yang tertanam di sekitar sungai. Selama lebih dari satu jam, tim melakukan penggalian secara cermat hingga berhasil mengangkat seluruh barang yang diduga dipersiapkan untuk mendukung aksi pencurian BBM tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, tim mengamankan satu buah keran air berukuran 1 inci dan satu rol selang plastik warna merah berukuran 1 inci dengan panjang sekitar 300 hingga 400 meter.
Seluruh barang bukti tersebut kemudian dibawa dan diamankan di Posal Pantai Labu untuk proses lebih lanjut.
Kecepatan personel dalam merespons informasi masyarakat berhasil mencegah dugaan aksi illegal tapping sebelum BBM jenis Avtur sempat disedot dan dialirkan. Langkah tersebut juga mencegah potensi gangguan terhadap keamanan dan kelancaran distribusi energi strategis.
Situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.
(Dispen Kodaeral I)