
INN | BELAWAN (SUMUT) – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan stabilitas Selat Malaka melalui pembukaan Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (PATKOR MALINDO)-173/26 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).
Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., M.Sos., mengatakan patroli bersama antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengamanan Selat Malaka dari berbagai potensi aktivitas ilegal.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kerja sama kedua Angkatan Laut.
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Kawasan ini memiliki nilai strategis sebagai Sea Line of Communication (SLOC) dan Sea Line of Trade (SLOT), sekaligus menjadi jalur penghubung antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Dengan ratusan kapal yang melintas setiap hari, keamanan Selat Malaka menjadi tanggung jawab bersama negara-negara pantai. Kehadiran unsur TNI AL dan TLDM melalui PATKOR MALINDO-173/26 menjadi wujud nyata a sense of security dalam menjaga good order at sea, sehingga Selat Malaka tetap aman dan kondusif bagi kepentingan nasional maupun internasional.
Menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin dinamis, Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin menekankan pentingnya profesionalisme, komunikasi, serta koordinasi yang solid di antara seluruh unsur yang terlibat dalam gugus tugas.
Dalam PATKOR MALINDO-173/26, TNI AL mengerahkan KRI Torani-860 dan KRI Bubara-868, sementara TLDM mengerahkan KD Ledang-13 dan KD Kinabalu-14.
Dengan pengalaman panjang dalam melaksanakan patroli bersama, seluruh personel dituntut untuk meningkatkan capaian operasi sebelumnya serta menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
PATKOR MALINDO-173/26 menjadi bukti nyata soliditas dua Angkatan Laut dalam menjaga keamanan maritim di kawasan Selat Malaka.
Lebih dari sekadar patroli, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat interoperabilitas, membangun kepercayaan, serta menggelorakan semangat navy brotherhood antara Indonesia dan Malaysia.
“Jaga kehormatan kedua negara dan kedua Angkatan Laut dengan sebaik-baiknya,” tegas Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin.
Selat aman, kawasan kuat, Indonesia-Malaysia solid.
(Dispen Kodaeral I)