Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian S.Sos Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT RI Ke-81

INN | TARUTUNG (TAPUT, SUMUT) – Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat, aman, tertib, lancar dan meriah di wilayah Kodim 0210/TU, Senin (17/8/2026).

Di Kabupaten Tapanuli Utara, upacara dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Tarutung dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, aparatur pemerintah, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

Dalam amanatnya, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Forkopimda, Kodim 0210/TU beserta jajarannya, Polres Tapanuli Utara beserta jajaran, serta seluruh komponen masyarakat yang selama ini telah bersinergi dalam mendukung berbagai program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Bupati juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus terus diperbaiki, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pengurangan pengangguran serta berbagai sektor lainnya.

Menurutnya, pembangunan ke depan membutuhkan sinergi, koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.

“Kita sebagai pejabat dalam bekerja melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Kami segenap aparatur Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap untuk melayani masyarakat di segala bidang, bukan untuk dilayani,” ujar Bupati Tapanuli Utara.

Merah Putih dan Makna Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan, veteran, ulama, masyarakat dan seluruh komponen bangsa. Kemerdekaan diraih melalui pengorbanan jiwa, raga, harta benda, keringat dan darah dalam menghadapi penjajahan.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Momentum tersebut menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Seiring perjalanan waktu, semangat kemerdekaan terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa melalui berbagai kegiatan positif, termasuk pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di seluruh wilayah Nusantara.

Apresiasi Dandim 0210/TU

Sementara itu, Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut juga diberikan kepada seluruh komponen masyarakat di empat wilayah yang berada dalam jajaran Kodim 0210/TU, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba dan Samosir.

Menurut Dandim, keberhasilan pelaksanaan upacara merupakan hasil sinergi seluruh komponen bangsa di bawah koordinasi Korem 023/Kawal Samudera dan Kodam I/Bukit Barisan.

“Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala telah terlaksana dengan baik, aman, tertib, lancar dan sukses. Bendera Merah Putih telah berkibar. Aku dan kau serta kita semua memberikan penghormatan kepadanya. Semoga Indonesia merdeka sepanjang masa di bawah lindungan, rahmat dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Letkol Arm Kiky Hardian.

Sinergi TNI dan Pemerintah Dukung Program Pembangunan

Dandim 0210/TU juga menegaskan pentingnya sinergitas antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari strategi transformasi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prabowo Subianto.

Untuk itu, Dandim meminta seluruh prajurit di wilayah Kodim 0210/TU bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat terus membangun koordinasi, kolaborasi dan gotong royong dalam mendukung serta mendampingi pelaksanaan berbagai program pembangunan.

“Mari kita bersama-sama menjaga nama baik satuan dan selalu berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas di manapun kita berada dan bertugas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan prajurit agar senantiasa dekat dan berbuat baik kepada masyarakat dengan berpedoman pada nilai-nilai 8 Wajib TNI, di antaranya bersikap ramah dan sopan kepada rakyat, menjunjung tinggi kehormatan wanita, menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan, tidak merugikan rakyat, tidak menakuti maupun menyakiti hati rakyat, serta menjadi contoh dan mempelopori usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Dandim kemudian mengutip pesan yang dikenal luas di lingkungan TNI, yakni pentingnya seorang prajurit untuk selalu berbuat baik dan dekat dengan rakyat.

Meneladani Perjuangan Jenderal Soedirman
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Kiky Hardian juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat untuk mengambil keteladanan dari perjuangan para pahlawan, khususnya Jenderal Besar TNI (Anumerta) Soedirman.

Jenderal Soedirman dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian, kedisiplinan, kedekatan dengan prajurit serta ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Soedirman tetap memimpin perang gerilya meskipun dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk. Dengan keterbatasan fisik, ia tetap berada di tengah-tengah pasukannya dan memimpin perjuangan dari atas tandu.

Kisah perjuangan tersebut, menurut Dandim, merupakan pelajaran penting tentang kepemimpinan, pengorbanan, keteguhan hati dan kecintaan kepada bangsa dan negara.

Jenderal Soedirman lahir di Purbalingga dan sejak muda dikenal aktif dalam pendidikan serta organisasi Muhammadiyah. Ia kemudian bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) pada masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Soedirman memainkan peranan penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia terpilih sebagai Panglima Besar TKR pada 12 November 1945 dan kemudian dilantik sebagai Panglima Besar pada 18 Desember 1945 dalam usia 29 tahun.

Perjuangannya dalam memimpin perang gerilya melawan Belanda menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman wafat di Magelang, Jawa Tengah, pada 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun.

Kemerdekaan dan Peran Ulama

Dandim juga mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan tidak terlepas dari peran para ulama dan tokoh agama.
Salah satu tokoh yang disebut adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, yang memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat perjuangan umat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Semangat perjuangan tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajahan.

Menurut Dandim, nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus terus diwariskan kepada generasi muda agar kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun bangsa yang berdaulat, menjunjung tinggi keadilan sosial serta menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semangat gotong royong, persatuan dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Dandim 0210/TU menekankan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa dan adat istiadat merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dengan semangat persatuan dan saling menghormati.

Dandim 0210/TU mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala Dalam Al-Qur’an

“Dari Kisah perjalanan panjang perjuangan Bangsa Indonesia menuju Kemerdekan Indoensia hingga saat ini adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah dalam menjalankan kehidupan sehari-sehari, dimana kita Hidup secara berdampingan dengan bermacam-macam adat dan budaya serta beragam suku dan bahasa yang ada di seluruh dunia dan memiliki bangsa masing-masing dan semuanya adalah merupakan ciptaan Sang Haliq Allah Subhanahu Wata’ala. Namun yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wata’ala adalah yang paling Bertaqwa,” kata Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos.

Dalam Kitab Suci Alquran Surat Al Hujarat Ayat 13 Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman yang artinya : “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti”.

Selanjutnya marilah kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah Diberikan Oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada kita semua serta mari kita berusaha untuk menjaga prilaku kita sehari hari agar Allah Subhanahu Wata’ala tidak murka kepada kita semua seraya mengutip 2 Surah dalam Alquran, firman Allah Subhanahu Wata’ala tersebut berbunyi.

Yang pertama Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya : ” (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “ Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Serta yang Kedua Surah Ar Rum Ayat 41 yang artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” pungkas Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos.

Dengan merawat Kemerdekaan dengan Pengabdian, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kodim 0210/TU menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Berkibarnya Sang Saka Merah Putih bukan sekadar simbol, tetapi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.

Karena itu, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, membantu masyarakat, memperkuat gotong royong dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

“Bendera Merah Putih berkibar. Aku dan kau serta kita semua hormat padanya. Indonesia merdeka sepanjang masa.”

(Pendim 0210/TU)