Tim Gabungan Bersama Masyarakat Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi

INN | DAIRI (SUMUT) – Tim gabungan bersama masyarakat berhasil mengamankan dua unit truk Colt Diesel bermuatan kayu gelondongan yang diduga berasal dari aktivitas illegal logging di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Jumat (12/6/2026) dini hari.

Operasi penindakan tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Arh Riyanto selaku Komandan BKI E Deninteldam I/BB. Kegiatan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dua unit truk Colt Diesel warna kuning yang kerap melintas di wilayah Desa Lae Hole.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan dan pengintaian di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan dua unit truk dengan nomor polisi BL 8551 HE dan BK 8420 FO melintas membawa muatan yang diduga kayu hasil pembalakan liar menuju arah Kecamatan Kabanjahe.

Sekitar pukul 01.20 WIB, tim menghentikan kedua kendaraan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ditanya mengenai isi muatan, para sopir mengakui bahwa truk yang mereka kemudikan membawa kayu gelondongan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 30 batang kayu gelondongan dengan panjang masing-masing diperkirakan mencapai 4,8 meter. Berdasarkan keterangan para sopir, kayu tersebut diduga milik seseorang berinisial S.T yang berdomisili di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Selanjutnya, tim gabungan mengamankan kedua sopir beserta barang bukti dan membawanya ke Markas Polda Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja No. 60, Timbang Deli, Kota Medan. Setibanya di lokasi, seluruh barang bukti dan dua orang sopir diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya aparat dalam memberantas praktik illegal logging yang dapat merusak kelestarian hutan dan mengancam keseimbangan lingkungan di wilayah Sumatera Utara.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap asal-usul kayu serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan pembalakan liar tersebut.(*)