
INN | LANGKAT (SUMUT) – Di sebuah warung sederhana beratap seng di Dusun I Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, sekat antara aparat dan rakyat perlahan mencair.
Di atas meja kayu usang milik warung Yanti, personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat memilih membangun komunikasi sebelum membangun beton.
Suasana siang itu tampak berbeda. Tidak ada jarak formal antara prajurit TNI dengan warga desa. Beberapa personel Satgas duduk melingkar bersama masyarakat, membahas berbagai persoalan pembangunan mulai dari jalur distribusi material, pelibatan tenaga lokal hingga kekhawatiran warga terhadap dampak alat berat di area persawahan.
Pendekatan humanis itu sengaja dilakukan Satgas TMMD untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara sepihak.
“Tidak ada masalah di muka bumi ini yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, Kamis.
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur fisik semata. Keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan dan dijaga bersama oleh warga.
Karena itu, Satgas TMMD memilih menjadikan warung kopi sebagai ruang diskusi terbuka. Di tempat sederhana itu, warga bebas menyampaikan kritik, masukan maupun kekhawatiran mereka tanpa rasa canggung.
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Sangkakala, menilai komunikasi sosial seperti ini merupakan pondasi utama dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kemanunggalan itu lahir dari rasa saling percaya. Dan kepercayaan tidak dibangun lewat perintah, tetapi melalui komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Satgas berharap pembangunan yang dilaksanakan di Desa Pasar Rawa bukan sekadar proyek fisik, melainkan menjadi kerja kolektif antara TNI dan masyarakat demi kemajuan desa.

