Diduga Terjadi Pembatasan Distribusi, Sejumlah SPBU di Medan Alami Kekosongan BBM Jelang Ramadhan

INN | MEDAN (SUMUT) – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan diduga mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) menjelang bulan suci Ramadhan. Beberapa jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dilaporkan tidak tersedia di sejumlah lokasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan normal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa dispenser terlihat tidak beroperasi karena tangki penyimpanan dalam kondisi kosong maupun mendekati batas minimum. Kondisi tersebut membuat pengendara harus mencari SPBU lain untuk mendapatkan BBM, bahkan rela mengantre lebih lama di lokasi berbeda.

Sejumlah masyarakat mengeluhkan situasi ini karena dinilai mengganggu aktivitas harian serta meningkatkan biaya operasional, terutama bagi pengemudi angkutan umum dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kekosongan stok diduga tidak hanya dipicu oleh peningkatan permintaan menjelang Ramadhan, tetapi juga kemungkinan adanya pembatasan pengiriman dari depot. Keterbatasan armada mobil tangki dan pengaturan kuota penyaluran disebut-sebut menjadi faktor yang memengaruhi distribusi, sehingga pasokan yang diterima SPBU tidak mencukupi kebutuhan normal harian.

Pihak SPBU dikabarkan hanya dapat menyalurkan BBM sesuai dengan stok yang tersedia sambil menunggu kedatangan suplai berikutnya. Namun, belum adanya kepastian jadwal pengiriman membuat pelayanan belum sepenuhnya kembali stabil.

Di tempat terpisah, Manager Comrel Pertamina, Ogi, saat dikonfirmasi menyampaikan akan melakukan pengecekan ke lapangan.
โ€œTerima kasih informasinya, kira-kira di SPBU mana saja ya? Biar sekalian kita cek ke lapangan,โ€ ujar Ogi kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Saat ditanya lebih lanjut terkait dugaan kekosongan stok di sejumlah SPBU di Kota Medan, yang bersangkutan menyampaikan akan menindaklanjuti informasi tersebut.

Menjelang Ramadhan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik biasanya mengalami peningkatan. Apabila distribusi BBM tidak segera dinormalkan, dikhawatirkan kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, tambahan pasokan masih dinantikan. Masyarakat berharap distribusi BBM segera kembali lancar agar kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi secara stabil dan merata.(red/Yst)