
INN | BELAWAN (SUMUT) – Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan, Kolonel Inf Radhi Rusin, S.I.P., mendampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, meninjau langsung penerimaan dan pelepasan bantuan alat berat dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Pelabuhan Ujung Baru Belawan, Senin (12/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, jajaran Pejabat Utama (PJU) Kodam I/BB, serta unsur terkait lainnya.
Bantuan yang diangkut menggunakan Kapal ADRI LIII ini merupakan wujud kepedulian TNI AD untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah jajaran Kodam I/BB, khususnya di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Nias Selatan yang terdampak bencana alam.
Dalam keterangannya, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa melalui pendampingan Dandim 0201/Medan menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup berbagai alat berat dan fasilitas pendukung vital, di antaranya:
- Alat Berat: 2 unit Bulldozer, 2 unit Dozer, serta 2 unit Excavator (tipe standar dan long arm).
- Fasilitas Air Bersih: 4 unit Water Treatment (Reverse Osmosis/RO), yang dialokasikan masing-masing 2 unit untuk Zidam dan 2 unit untuk Zipur.
- Logistik: 100 koli tenda pengungsian/lapangan.
- Transportasi: 4 unit Dump Truk yang dikirimkan melalui jalur darat langsung menuju Kecamatan Tukka.
Pangdam menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil sebagai solusi cepat untuk membuka akses bagi warga di daerah yang terisolir. Selain alat berat, TNI AD juga akan segera membangun jembatan darurat.
”Kami akan segera mendukung pemulihan pasca bencana dengan pemasangan 2 set Jembatan Bailey Garuda untuk wilayah Nias Selatan dan 7 set jembatan Armco untuk Kecamatan Tukka, Tapteng,” tegas Pangdam Mayjen TNI Hendy Antariksa.
Sementara itu, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Radhi Rusin, S.I.P., menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan tersebut selama berada di wilayah teritorial Medan sebelum diberangkatkan ke lokasi sasaran.
Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya menyasar daerah terdampak bencana, tetapi juga wilayah yang memiliki kendala aksesibilitas tinggi guna meningkatkan konektivitas warga di pelosok Nias Selatan. Dengan bantuan ini, diharapkan mobilitas masyarakat kembali normal dan proses rehabilitasi berjalan lebih efektif dan efisien.(*)

