
INN | JAKARTA – Ketua Umum DPN Sayap Indonesia, Jimmy Mikael Walewangko menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penyelamatan hutan Indonesia melalui gerakan nasional “Aksi Tanam 2 Juta Pohon di Bumi Indonesia” yang digelar bersama Lembaga Kemitraan Pembangunan Nasional (LKPN).
Program penghijauan nasional tersebut akan dirangkai dengan kegiatan Lokakarya Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di The Tavia Heritage Hotel.

Jimmy Mikael Walewangko mengatakan, gerakan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi lingkungan Indonesia yang saat ini menghadapi ancaman kerusakan hutan dan meningkatnya bencana alam di berbagai daerah.
“Gerakan tanam 2 juta pohon ini diharapkan menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung program pemerintah menjaga kelestarian hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia dan penopang kehidupan generasi mendatang,” ujar Jimmy, Minggu (17/5/2026) kepada awak media.
Ia menjelaskan, aksi penghijauan tersebut lahir dari keprihatinan atas bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 di sejumlah wilayah Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang diduga dipicu kerusakan kawasan hutan.
Menurutnya, penyelamatan lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, organisasi, akademisi, hingga generasi muda.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Jika hutan rusak, maka dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan Lokakarya Nasional nanti, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh nasional untuk membahas strategi pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Ketua Panitia Pelaksana, Herti Hartati menyebutkan gerakan tersebut telah dimulai sejak Februari 2026 dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Syahrur Ramadhan mengatakan kegiatan itu diharapkan mampu memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.(*)

