
INN | MEDAN (SUMUT) – Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto serta unsur Forkopimda mengikuti video conference (vidcon) peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanjung Selamat, Jalan Letda Sujono/Lizadri Putra Link V, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, Irdam I/BB Brigjen TNI Josafath M. Roberth Duka, Kapoksahli Pangdam I/BB Brigjen TNI Dr. David Hatigoran Hutagaol, S.E., M.M., M.Han., Danlanud Soewondo Marsma TNI Tio Hutapea, S.Sos., M.A.P., Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvin Simanjuntak, S.I.K., M.H., Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Medan Zakyuddin Harahap, unsur Kejati Sumut, Kejari Medan, PJU Kodam I/BB, para camat dan lurah se-Kota Medan serta tamu undangan lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat saat Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan secara nasional operasionalisasi 1.061 KDKMP yang dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi nasional yang mampu memperkuat ketahanan pangan, memperluas distribusi kebutuhan masyarakat, serta menciptakan kemandirian ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
“Program ini bukan hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional dari wilayah pedesaan. Seluruh komponen harus siap bersinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program ini,” ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan bahwa peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP merupakan tonggak sejarah dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
“Saya menganggap hari ini adalah hari penting sebagai tonggak sejarah. Dari konsep sampai terwujud, kurang lebih memakan waktu selama satu tahun. Saat ini lebih dari 9.000 gedung KDKMP sudah siap. Ini merupakan prestasi bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Saya memberi tugas kepada para menteri untuk mencapai swasembada pangan selama empat tahun, tetapi dalam satu tahun kita sudah mampu mencapainya. Saya mengerti betapa pentingnya pangan, maka dari itu kita harus membangun ketahanan pangan,” ungkap Presiden.
Presiden juga menyebutkan bahwa saat ini Indonesia mulai mendapat pengakuan dari negara lain dalam sektor pangan.
“Kita harus bangga karena negara lain juga membeli beras dari kita. Kita menjual beras ke luar negeri dengan harga yang tidak merugikan rakyat, namun tetap mengutamakan kepentingan masyarakat Indonesia,” katanya.
Menurut Presiden, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDKMP akan memperkuat ekonomi desa melalui perputaran uang yang signifikan di masyarakat.
“MBG ditambah KDKMP akan membuat desa semakin kuat. Siapa pun yang menyalahgunakan jabatan, saya tidak ragu untuk mencopotnya,” tegas Presiden.
Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan pemerintah juga akan memberikan kredit murah bagi masyarakat dengan bunga rendah guna mendukung penguatan ekonomi rakyat.
“Bangsa Indonesia bukan bangsa yang lemah. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan seluruh pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” tandasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.(*)

