
INN | LANGKAT (SUMUT) – Di pesisir Kabupaten Langkat, air bersih selama ini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan kemewahan yang sulit dijangkau warga, terutama saat musim kemarau tiba.
Namun, kondisi itu kini mulai berubah. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat berhasil merampungkan lima titik sumur bor yang kini mulai mengalirkan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Gebang.
Program ini merupakan bagian dari agenda unggulan TNI Manunggal Air Bersih yang digagas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai wujud nyata pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap akses air bersih.
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Medwin Sangkakala, mengatakan percepatan pembangunan sumur bor dilakukan karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak.
“Air bersih berdampak langsung terhadap kesejahteraan fisik maupun ekonomi masyarakat. Karena itu kami bergerak cepat agar manfaatnya segera dirasakan warga,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Akselerasi di Garis Depan
Desa Kelantan Luar dan Desa Pasar Rawa menjadi saksi bagaimana pengerjaan sumur bor dilakukan secara cepat melalui sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Langkat, dan masyarakat setempat.
Menurut Letkol Medwin, pembangunan tersebut merupakan implementasi nyata dari 8 Wajib TNI, khususnya membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.
“Ini komitmen kami. Saat sumur ini mengucur, beban masyarakat mencari air bersih, terutama saat kemarau, otomatis berkurang,” tegasnya.
Rampungnya lima titik sumur bor membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga. Nenek Latifah, salah seorang warga Desa Pasar Rawa, mengaku sangat bersyukur atas hadirnya fasilitas air bersih tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Selama ini susah sekali cari air, apalagi kalau musim kemarau datang,” tuturnya haru.
Pembangunan sumur bor ini menjadi salah satu program unggulan TMMD ke-128, selain pengerasan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang juga tengah dikerjakan.
Keberadaan air bersih diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui sanitasi yang lebih baik, sekaligus menjadi fondasi penguatan ekonomi desa.
Meski pembangunan telah rampung, Letkol Medwin mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas secara kolektif oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap warga menjaga fasilitas ini bersama-sama agar terus bermanfaat bagi generasi berikutnya,” pesannya.
Kini, air bersih telah mengalir di Tanah Gebang. Lima titik sumur bor itu bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol kehadiran negara melalui tangan para prajuritnya, memastikan masyarakat tak lagi harus bergantung pada kemurahan alam demi seteguk air kehidupan.

