
INN | MEDAN (SUMUT) – Dalam menjalankan fungsi sebagai sosial kontrol sekaligus mitra bagi instansi, institusi, dan masyarakat umum, awak media Detektif Monitor / Detikmonitor.com turut memfasilitasi penyampaian aspirasi warga yang merasa dirugikan.
Kali ini, awak media mendampingi orang tua dan seorang calon peserta seleksi TNI yang telah dua kali gagal mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit, untuk menyampaikan pengaduan ke Kantor Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan (Pomdam I/BB) di Sumatera Utara, Kamis (30/4/2026).
Orang tua calon peserta tersebut mengaku kecewa, karena anaknya telah mengikuti seluruh tahapan pendaftaran dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kekecewaan semakin bertambah setelah adanya dugaan keterlibatan oknum yang menjanjikan kelulusan dengan berbagai iming-iming, yang justru menimbulkan kerugian bagi pihak keluarga.
Sebelumnya, keluarga korban juga telah menyampaikan keluh kesah kepada awak media Detektif Monitor/Detikmonitor.com. Menanggapi hal tersebut, awak media kemudian mengarahkan dan mendampingi keluarga untuk menempuh jalur resmi dengan membuat laporan ke Polisi Militer guna mencari keadilan serta pertanggungjawaban dari pihak yang diduga terlibat.
Setibanya di kantor Pomdam Sumut, keluarga korban mengaku mendapatkan pelayanan yang baik. Proses penerimaan laporan dilakukan secara profesional, dengan pendekatan yang humanis, ramah, serta memberikan arahan yang jelas.
Saat dimintai tanggapan terkait pelayanan yang diterima, orang tua korban menyampaikan apresiasi. “Kami sangat puas. Pelayanannya baik, ramah, dan memberikan penjelasan yang jelas kepada kami,” ujarnya.
Langkah cepat dan responsif yang ditunjukkan oleh Polisi Militer Sumatera Utara ini diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, sekaligus menjadi wujud komitmen dalam menegakkan disiplin serta hukum di lingkungan TNI secara tegas dan transparan. (Tim/*)

