
INN | PADANGSIDIMPUAN (SUMUT) – Dewan Pengurus Cabang Keluarga Abituren Mustapawiyah Purba Baru (DPC KAMUS) Kota Padangsidimpuan menggelar Salat Gaib dan doa bersama bagi para korban bencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Zainal Abidin Harahap, Kelurahan Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Sabtu (13/12/2025) seusai Salat Zuhur. Masjid bersejarah ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Padangsidimpuan yang didirikan tahun 1880 oleh Syekh Zainal Abidin Harahap yang bergelar Sutan Maulana Maujalo Harahap, dan beliau meninggal dunia tahun 1901 M, berlokasi di Desa Pudun Julu.
Salat Gaib dan doa bersama diikuti oleh Ayahanda H. Abdul Karim Nasution, jajaran pengurus DPC KAMUS, di antaranya Wakil Ketua Drs. Ali Uddin Harahap, Wakil Ketua H. Palit Dalimunthe, S.Pd.I, serta pengurus bidang Sangkot Nasution, bersama unsur pengurus lainnya.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Salat Gaib adalah Ketua DPC KAMUS Kota Padangsidimpuan, H. Solahuddin Nasution, S.Pd, dengan bilal Sangkot Nasution. Kegiatan ini turut diikuti oleh Imam Tetap Masjid Zainal Abidin Harahap, Agus Daulay, serta Ketua Yayasan Syekh Zainal Abidin Harahap.
Kehadiran para alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru disambut baik oleh Ketua Yayasan, Mombang Harahap. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Salat Gaib dan doa bersama ini menjadi doa terbaik bagi saudara-saudara yang tertimpa musibah di sejumlah daerah, mulai dari Provinsi Aceh, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hingga Padang, Sumatra Barat.
“Semoga arwah para almarhum dan almarhumah ditempatkan Allah SWT di tempat sebaik-baiknya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Semoga musibah ini segera berlalu,” ujarnya.
Sebagai penutup, Ayahanda H. Abdul Karim Nasution memberikan pesan agar seluruh pengurus dan anggota DPC KAMUS senantiasa menjaga persatuan dan kekompakan. Ia menekankan pentingnya saling bahu-membahu demi kemajuan KAMUS ke depan.
(Red: Alhar)

