Bukan Ikan, Sabri Pulang Bawa Botot dari Danau Siombak

INN | MEDAN (SUMUT) – Sabri, 79 tahun, warga Lingkungan 7, Paya Pasir, Marelan, punya cara unik mencari nafkah. Saat nelayan lain pulang membawa ikan, ia justru membawa karung berisi botot dari Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Marelan Sumut.

Setiap pagi, ia mengayuh sampannya dengan tenang menyusuri perairan danau. Matanya jeli mencari plastik, botol, dan kaleng yang terapung. “Udah biasa kerja begini dari dulu,” ujarnya, Senin kemarin (3/11/2025)

Pekerjaan itu sudah ia jalani selama hampir dua dekade. Ia mulai dari sekadar hobi membersihkan danau, lalu menjadikannya sumber penghasilan. Kini, hasilnya bisa mencapai Rp200 ribu per hari.

“Kalau lagi ramai bototnya, bisa 30 kilo lebih,” kata Sabri. Ia menjual hasil temuannya ke pengepul dengan harga antara Rp1.000 sampai Rp4.000 per kilogram.

Sabri membawa semua hasilnya ke rumah sebelum dijual. Kadang ia menunggu hingga setengah bulan agar jumlahnya banyak. “Kalau banyak baru sekalian saya angkut,” tambahnya.

Meski usianya sudah senja, Sabri tak pernah lelah. Ia mengatakan bekerja membuatnya tetap sehat dan bugar. “Kalau duduk di rumah terus malah pegal-pegal,” ujarnya sambil tertawa.

Ia tinggal bersama istri, dua anak, dan dua cucunya. Semua kebutuhan rumah tangga bergantung dari hasil jerih payahnya di danau.

Warga sekitar dan para personel TMMD 126 Kodim 0201/Medan yang beraktivitas di dekat danau sudah akrab dengan sosok Sabri. Ia dikenal ramah dan pekerja keras.

Sabri tak malu dengan pekerjaannya. Ia bangga bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain. “Yang penting halal dan bisa bantu cucu sekolah,” ujarnya.

Di tengah kesederhanaannya, Sabri memberi pelajaran berharga tentang kerja keras. Ia menunjukkan bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, bahkan dari botot di danau.(*)