
INN | MEDAN (SUMUT) – Keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0201/Medan di Kecamatan Medan Marelan, Kamis (23/10/2025) tidak lepas dari kolaborasi solid antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda) atau yang dikenal dengan “tiga pilar”. Sinergi ini menjadi tulang punggung dalam setiap tahapan pelaksanaan TMMD, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Rapat koordinasi Forkopimda di Makodim 0201/Medan yang dihadiri Kapolrestabes Medan menjadi momentum penegasan komitmen bersama. Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Medan menggarisbawahi peran Polri dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, sehingga seluruh program TMMD dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Ini menunjukkan bahwa keamanan dan pembangunan berjalan seiring.
Dukungan Pemda juga sangat vital, terutama dalam hal birokrasi, penyediaan data, dan alokasi sumber daya pendukung. Keterlibatan aktif dinas terkait memastikan bahwa proyek-proyek TMMD, seperti pembangunan jalan dan sumur bor, terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah jangka panjang.
Dansatgas TMMD 126, Kolonel Inf M. Radhi Rusin, menegaskan bahwa kemanunggalan tiga pilar ini bukan hanya jargon, melainkan praktik nyata di lapangan. “Setiap masalah yang muncul selalu kami diskusikan dan cari solusinya bersama. Ini adalah contoh bagaimana kita bisa bekerja sama untuk memajukan daerah,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi ini juga merangkul partisipasi aktif masyarakat. Gotong royong warga dalam pengerjaan fisik, seperti pembangunan jalan dan renovasi RTLH, menjadi bukti bahwa masyarakat merasa memiliki program TMMD ini. Ini menciptakan ikatan emosional dan rasa kebersamaan yang kuat.
Dengan demikian, TMMD ke-126 Kodim 0201/Medan menjadi model pembangunan partisipatif yang efektif, di mana sinergi antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.(*)
