Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD): Perkembangan Terkini dan Perspektif Kesehatan Masyarakat

Spread the love


Oleh : Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, SpKL. Subsp.KT(K),SE., M.Kes., MH., C.FEM, FISQua, FRSPH

Penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) merupakan penyakit virus yang umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, yang ditandai dengan gejala seperti herpes oral dan ruam di tangan serta kaki. Gejala ini umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa komplikasi yang berarti. Namun, dalam dua dekade terakhir, pemahaman kita tentang HFMD telah berkembang pesat dan menerima perhatian signifikan. Berbagai penelitian, termasuk epidemiologi, hewan percobaan, dan in vitro, menunjukkan bahwa penyakit ini mungkin terkait dengan komplikasi neurologis yang berpotensi fatal. Temuan ini mengungkapkan karakteristik klinis, epidemiologis, patologis, dan etiologis yang cukup berbeda dari pemahaman awal tentang penyakit ini. Penting untuk dicatat bahwa HFMD telah dikaitkan dengan komplikasi kardiopulmoner yang parah, serta kelainan neurologis berat yang dapat diamati selama masa pemulihan. Saat ini, belum ada intervensi farmasi khusus untuk HFMD. Vaksin Enterovirus A71 (EV-A71) yang telah disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat China (CFDA) telah terbukti memberikan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap HFMD terkait EV-A71. Namun, sirkulasi simultan dari berbagai patogen dan evolusi epidemiologi molekuler agen infeksi membuat intervensi yang hanya berdasarkan satu agen menjadi kurang memadai. Enterovirus sangat mudah menular dan memiliki kecenderungan pada sistem saraf, terutama pada populasi anak, yang berkontribusi pada terjadinya wabah yang terus berlanjut. Mengingat dampak yang signifikan dari HFMD di seluruh dunia, tinjauan ini mensintesis pengetahuan saat ini tentang virologi, epidemiologi, patogenesis, terapi, kelainan akibatnya, dan pengembangan vaksin HFMD untuk meningkatkan praktik klinis dan upaya kesehatan masyarakat.

HFMD disebabkan oleh coxsackievirus A16 (CVA16) dan enterovirus 71 (EV71), dan dapat menyebar di seluruh dunia serta menyebabkan wabah. Meskipun kejadian penyakit ini sering dilaporkan pada musim panas dan gugur, di Indonesia sendiri, HFMD masih belum mendapatkan cukup perhatian karena sifatnya yang self-limiting, sehingga data epidemiologis yang memadai belum tersedia sepenuhnya.

Salah satu solusi yang dianggap efektif untuk mencegah HFMD adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun demikian, vaksin dan antivirus untuk EV71 belum ditemukan sebagai cara untuk mengobati dan mencegah penyakit ini.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang HFMD. Dengan melakukan tinjauan literatur terhadap artikel jurnal sebelumnya terkait penyakit tangan, kaki, dan mulut ini, kami dapat menyimpulkan bahwa HFMD disebabkan oleh coxsackievirus A16 atau CVA16 dan enterovirus 71 atau EV71 yang bersifat self-limiting. Kontak dengan air liur, cairan, dan tinja pasien HFMD dapat memicu penularan. Namun, saat ini belum ditemukan vaksin dan antivirus yang dapat menjadi cara untuk mengobati dan mencegah EV71.

Di Indonesia, meskipun HFMD masih kurang mendapatkan perhatian yang memadai, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan melalui praktik kebersihan yang baik. Diperlukan penelitian lebih lanjut dan perhatian yang lebih besar terhadap epidemiologi HFMD di Indonesia untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengendalian yang efektif.

Dalam menghadapi HFMD, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit ini serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti mencuci tangan secara teratur, membersihkan lingkungan, dan memastikan vaksinasi anak-anak sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan.

Sebagai kesimpulan, pemahaman yang mendalam tentang HFMD, termasuk penyebab, gejala, penularan, dan upaya pencegahan, sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi beban penyakit ini pada anak-anak dan masyarakat umum.