Letkol Inf Muhammad Bassarewan Datang, Tiga Bocah Merindukan Pendidikan Mulai Tersenyum

Spread the love

INN | BATUBARA (SUMUT) – Sedih dan entah apalagi yang pantas dikatakan kepada pasangan Suami Istri yang memiliki tiga anak ini, bagaimana tidak sedih, di zaman sekarang ini anak-anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan sekolah dikarenakan semua urusan harus “menggunakan uang” padahal sekarang ini untuk sekolah banyak yang gratis, dan khususnya untuk anak-anak keluarga kurang mampu.

Kita ketahui bahwa Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menanggulangi kebodohan dan kemiskinan yang terjadi di Negara Indonesia, yang mana kita ketahui bersama, bawasannya dengan seseorang mengenyam bangku sekolah maka, orang tersebut telah mengetahui berbagai hal yang ada di dunia ini.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya mau menyadari hal tersebut, Pendidikan sangat berdampak besar bagi pengaruh perkembangan masa depan, tidak hanya untuk diri sendiri, bahkan dapat pula berpengaruh bagi bangsa dan Negara Repubik Indonesia.

Menurut UUD 1945, pengertian Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, Pendidikan sekolah dasar adalah pendidikan anak yang berusia 7 sampai 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan sosial budaya, disekolah dasar inilah siswa dituntut untuk menguasai kesemua bidang studi.

Dalam UUD No. 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran dan proses belajar agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Lain halnya yang dialami Surya Darma (35) dan Istrinya Nuraidah (32), asangan Suami Istri memiliki tiga anak bernama Awal Ramadhan (13), Damar Rahmadani (9) dan Dara Kartika Putri (8) sangat merindukan pendidikan di sekolah.

Ketiga anak hidup serba kekurangan ini setiap melihat anak-anak ke sekolah menetes air matanya.

“Setiap melihat anak-anak ke sekolah anak saya menetes air matanya, kapan bisa sekolah Pak,” ujar Surya Darma.

Pria yang kesehariannya menggalas sayuran untuk dijual ke pasar ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulangkali mengurus perpindahan sekolah anaknya, namun selalu dimintai uang, karena tidak mampu dan tidak punya uang akhirnya pasrah dan berharap ada yang membantu.

1. Awal Ramadhan (13) putus sekolah dikelas 6 SD, 2. Damar Rahmadani (9) putus sekolah kelas 5 SD, 3. Dara Kartika Putri (8) putus sekolah kelas 1, ketiga anak saya ini sangat merindukan pendidikan ,” ungkap Pria yang menerima rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari program TMMD ke-119 Kodim 0208/Asahan.

Dikatakannya, dirinya bersama keluarga sangat berterimakasih sekali dengan TNI AD khususnya Bapak Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Bassarewan yang telah memberi bantuan rehab rumah sehingga rumahnya menjadi bagus dan sehat.

“Terimakasih Bapak Dandim, kebaikan Bapak di Bulan Suci Ramadhan ini akan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT, semoga Bapak beserta keluarga dan anggota sehat selalu dan sukses meniti karier,” sebut Surya kepada awak media ini, Rabu 20 Maret 2024, malam.

Kami sekeluarga, lanjutnya sangat berterimakasih juga dengan Bapak-bapak Wartawan dari Kodam I/BB yang mau menyambungkan keluhan saya ke Pak Dandim, agar anak-anak saya bisa sekolah lagi, malam-malam pun rela mendatangi kami,” Sampaikan salam kami sekeluarga buat Pak Dandim,” ucapnya.

Terpisah, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Muhammad Bassarewan. S. Hub, Int, prihatin mendengar apa yang disampaikan tiga wartawan unit Kodam I/BB tentang keluhan penerima RTLH Program TMMD 119, “Terimakasih atas informasi berharga ini, saya berjanji akan membantu ketiga anak Pak Surya untuk sekolah kembali,” ujar Dandim.

Perwira Menengah permah menjabat Danyonif 100/ PS Kodam I/BB berkualifikasi Raider ini mengatakan bahwa prajurit TNI AD atas perintah Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak harus mengatasi dan membantu kesulitan masyarakat, kita dari TNI AD tetap berupaya semampu kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan, khususnya untuk anak-anak yang membutuhkan pendidikan seperti anak Pak Surya.

“Pendidikan itu penting bagi seorang anak, karena dengan adanya pendidikan maka anak tersebut dapat menjadi produktif, memiliki keterampilan dan hal yang dibutuhkan untuk bisa berhasil dalam hidup,” jelas Dandim.

Seluruh dunia mengejar pendidikan, setiap individu membutuhkan pendidikan untuk menjalani kehidupan secara maksimal, untuk berinteraksi lebih baik dengan lingkungan kita dan memanfaatkan rentang hidup kita sebaik-baiknya, pendidikan sangat penting.

“Saya janji akan membantu ketiga anak mereka agar bisa sekolah menimba ilmu demi masa depannya, mencerdaskan anak bangsa itu paling utama saat ini agar kelak anak-anak tersebut bisa menjadi manusia berguna bagi Nusa dan Bangsa ,” tandas Dandim.(Red)