Berkaca-Kaca Mata Seorang Ibu Yang Akan Ditinggalkan Pergi Anak-Anaknya “Satgas TMMD 118 Kodim 0201/Medan”

INN | MEDAN (SUMUT) – Kolonel Inf Ferry Muzawwad, S.I.P, M.Si yang pada saat ini mengemban tugas sebagai Komandan Kodim 0201/Medan di juluki “Komandan Sang Prajurit Petarung” selalu berpesan kepada Prajurit Petarung Satgas TMMD ke-118 Kodim 0201/Medan agar tulus, ikhlas dalam bekerja dan melakukan suatu perbuatan.

Jika Kita Bisa Merasakan Derita Berarti Kita Hidup, Jika Kita Bisa Merasakan Derita Orang Lain Berarti Kita Manusia,” jelas Dandim.

Ferry Muzawwad juga selalu berpesan dalam kegiatan TMMD ini gunakanlah kesempatan kalian untuk lebih dekat dengan rakyat, lebih humanis dengan rakyat, bantulah kesulitan mereka disana.

Memasuki hari ke-28 TMMD ke-118 Kodim 0201/Medan, seluruh Prajurit Petarung bersama Keluarga Besar TNI dan masyarakat Keluarhaan Paya Pasir saling bahu-membahu dalam pengerjaan penimbunan jalan serta memastikan kembali sarana yang telah dibangun seperti jalan/rigid beton dan beronjong sudah benar-benar sempurna.

Ketika memasuki waktu jam istirahat siang, para prajurit satgas TMMD sejenak duduk di warung yang berada disekitar lokasi TMMD milik seorang Ibu Lansia yang bernama Ibu Diana Sembiring (67).

Diketahui Ibu Diana ini ternyata sudah menjadi Ibu Asuh dan menganggap para prajurit petarung sebagai anaknya.

Di sela-sela waktu istirahat, salah seorang prajurit Satgas TMMD berbincang canda gurau dengan Ibu Diana.

“Emak, Kami disinikan lagi istirahat Mak, hauslah kami ini, bolehlah ya Mak satu gelas air minum saja gratis, tapi setelah itu bayar,” canda sang Prajurit.

Kemudian Diana menjawab sambil tertawa senyum.

“Mana boleh lah, nanti Mamak bangkrutlah,” jawab sang Ibu Diana.

Prajurit tersebut dengan bercanda kembali menjawab.

“Kami disinikan sudah menjadi Anak Mamak, dan kami kan sudah bekerja agar jalan yang Mamak lalui ini bagus, nanti kalau Mamak mau ke Mall di Medan Mamak sudah bisa berdandan memakai baju yang cantik dan tidak perlu khawatir lagi baju mamak itu terkena lumpur dan becek, jadi bolehlah ya Mak kami minta minumannya gratis,” sambil tertawa sang Prajurit tersebut menjelaskan.

Diana kemudian menjawab “Iya bolehlah Nak kalau begitu, jujur selama kalian semua disini Mamak merasa terhibur dan senang Mamak, karena selama ini Mamakpun jarang tertawa lepas seperti ini, Mamak sangat berterimakasih kepada kalian semua disini yang sudah mau menganggap Mamak sebagai Ibu kalian semua.

Terharu sang Ibu dan matanya terlihat seperti berkaca-kaca ingin meneteskan air mata, kembali berbicara.

“Mamak sangat binggung Nak setelah TMMD ini selesai, Mamak mungkin akan kesepian kembali, karena kalianlah mamak dapat tertawa lepas seperti ini.

“Mamak berharap kepada kalian semua yang sudah Mamak anggap sebagai anak Mamak, sering-seringlah kemari, kalau kalian ingin merasakan ikan bakar, boleh kalian pancing ikan di tambak Mamak ini.

“Mamak juga do’akan kalian semua anak-anak Mamak selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezekinya, dan selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa,

Mendengar perkataan sang Ibu Diana sontak seluruh prajurit meng amiin kan perkataan sang Ibu.

Ibu Diana juga berterimakasih kepada Kodim 0201/Medan serta Pemerintah Kota Medan dikarekana TMMD ke-118 Kodim 0201/Medan ini jalan yang dulunya berlumpur ketika hujan dan dibanjiri air pasang sehingga banyak warga yang tergelincir ketika melintas dan terpaksa anak-anak sekolah disaat melintas harus membuka sepatu agar sepatunya tidak kotor, kini momok yang selalu menghantui masyatakat Kelurahan Paya Pasir telah terselesaikan.

Dengan diperbaikinya akses jalan Kelurahan Paya Pasir para pengunjung dari luar kini mulai ramai berdatangan untuk memancing di kolam tambak ikan.

Diketahui mayoritas mata pencarian masyarakat Kelurhan Paya Pasir sebagai pembudidaya ternak ikan nila, dan udang di tambak kolam, kini masyarakat Kelurahan Paya Pasir dapat merasakan kemudahan akses untuk mendistribusikan hasil panen budidaya ternak ikan meraka.

(Sumber : Kodim 0201/Medan )