
INN | BATU BARA – Babinsa Koramil 05/Tanjung Tiram Kodim 0208/Asahan Koptu Masri melaksanakan pengamanan unjuk rasa di PLN unit Tanjung Tiram dengan massa berjumlah +- 40 orang dengan Koordinator lapangan Saudara Muhammad Ridwan umur 32 thn alamat desa suka maju Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/07/2019).
Aksi unjuk rasa oleh kelompok Pemuda dari PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Talawi yang dikordinir oleh Andi Lubis, SH. Para pengunjuk rasa tampak membawa alat peraga yakni, Toa. Kertas karton bertuliskan tuntutan aksi dan Ban bekas.
Dalam orasi nya, para pengunjuk rasa memyuarakan tuntutan antara lain, โMendesak direktur keuangan PT. PLN melalui kepala Ranting PLN Kecamatan Tanjung Tiram untuk mengembalikan insentif pemungutan PPJ yang diduga tidak sesuai ketentuan sebesar Rp. 431.648.644.12 tahun 2016 ke kas Pemkab Batu Bara yang mengakibatkan pemborosan keuangan daerah.
Karena berdasarkan PP Nomor 69 Tahun 2019 tentang tata cara pemberian dan pemanfaatan pajak daerah dan retribusi daerah harus sesuai dengan Pasal 1, 3 dan 4.
Sesuai surat Direktur Keuangan PT. PLN Nomor : 07513/545 DITKEU/2010 tanggal 05 oktober 2010 yang menyatakan biaya Pemungutan PPJ Tahun 2010 terhitung 01 Januari 2010 dihentikan dengan diterbitkannya peraturan pelaksanaannya.
Aksi massa sempat diwarnai dengan aksi pembakaran ban namun hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Personil Polres dan Polsek dan Koramil 05/TT yang melaksanakan pengamanan berjumlah kurang lebih 20 orang anggota.
Selanjutnya aksi unras diterima oleh Edi Saleh Siregar Kepala ULP (Unit Lapangan) Tanjung Tiram, didepan para pengunjuk rasa, Edi menyampaikan bahwa ;
1. Terkait PPJ secara garis besar tangung jawab nya menagih tagihan listrik ke Pelanggan dan masyarakat dikenakan sebasar 10 % biaya PPJ sesuai dengan ketentuan pemerintah setempat.
2. Terkait Insentif ini merupakan program terpusat dan bukan ranahnya ULP dan Terhitung Tahun 2011 PLN tidak ada menerima insentif karena sudah Wajib Pajak.
3. Untuk sistem-sistem pelaporan saat ini sudah melakukan pembayaran dengan sistem online sehingga kita sudah tidak bisa macam-macam.
Setelah mendapat penjelasan dari Kepala ULP Tanjung Tiram selanjutnya korlap dan massa aksi yg berjumlah berkisar 30 orang membubarkan diri pukul 11.30 WIB aksi unjuk rasa selesai dalam keadaan aman dan kondusif.(red/penrem 022/PT)

